Selasa, 07 Desember 2010

10 Alasan Bercinta Itu Sehat (?)

Banyak ahli mengatakan bahwa sex tak ubahnya seperti olahraga. Banyak manfaat positif yang bisa diambil dan juga membawa pengaruh yang baik bagi jiwa maupun raga. Nah, berikut adalah 10 alasan mengapa sex merupakan aktivitas yang baik..

1. Memperlancar pernapasan.
Bercinta di malam hari dapat meningkatkan jumlah oksigen di dalam sel, membantu menjaga fungsi organ sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan secara lancar.

2. Latihan.
Aktivitas seksual merupakan bentuk latihan fisik. Dengan bercinta tiga kali dalam seminggu mampu membakar 7.500 kalori dalam setahun, atau setara dengan jogging berjarak 75 Mil.

3. Menguatkan tulang dan otot.
Segala latihan fisik akan membantu meningkatkan testosteron. Testosteron dipercaya dapat membantu menjaga tulang dan otot kaum pria agar tetap kuat.

4. Mengurangi rasa sakit.
Sex dapat mengurangi tingkat sakit encok, tegang di leher, dan sakit kepala. Hormon yang dilepaskan saat mencapai kepuasan seksual dan orgasme dapat memindahkan rasa sakit.
5. Mengurangi kadar kolesterol.
Bercinta secara teratur dapat membantu mengurangi atau merendahkan kadar kolesterol buruk dalam tubuh.

6. Tak perlu mengonsumsi suplemen.
Ketika Anda bercinta, DHEA (dehydroepiandrosterone), suplemen hormon populer, dilepaskan tubuh secara alami. Sebelum mengalami orgasme dan ejakulasi, DHEA terpancang pada level 3-5 lebih tinggi dari biasanya.

7. Melindungi kelenjar prostat.
Penelitian menunjukkan masalah prostat terjadi dan bertambah buruk karena adanya cairan yang diproduksi dalam kelenjar. Ejakulasi secara teratur akan membantu membersihkan cairan tersebut.

8. Membebaskan stres.
Bercinta juga sangat efektif untuk mengurangi tingkat stres. Bahkan dengan melakukan hubungan intim Anda bisa mendapatkan rekreasi murah meriah dan menjadi cara luar biasa untuk melepaskan ketegangan, fisik dan emosional, membentuk kedekatan, dan melepaskan endorphins (hormon yang mampu mengurangi rasa sakit dan gangguan emosional).

9. Menguatkan rasa cinta.
Sentuhan kasih sayang yang intim mampu meningkatkan keluarnya zat kimia tubuh, oxytocin atau “hormon kedekatan”. Oxytocin adalah zat yang mengembangkan hasrat seksual yang dikeluarkan di bawah kelanjar otak. Pelepasan oxytocin secara teratur dapat membantu memperbesar frekuensi bercinta.

10. Hormon alami.
Bercinta secara teratur dapat meningkatkan kelenjar estrogen, melindungi jantung, dan menjaga bagian dalam miss V agar tetap fleksibel.

Persib 86 Generasi Emas?

SETIAP tim mempunyai masa kejayaannya dan soal gelar juara itu hanya soal waktu. Itu kata Novan Herfiyana, seorang spesialis referensi data Persib Bandung, dalam modulnya berjudul "Persib '86: Lahirnya Kembali Generasi Emas Persib".

SEJARAH mencatat, sejak didirikan pada 14 Maret 1933, Persib pernah mengalami tiga kali masa keemasan. Pertama, pada awal berdirinya, ketika Persib langsung menjadi runner-up kompetisi nasional 1933, 1934, 1936, dan puncaknya menjadi kampiun untuk pertama kalinya pada 1937. Kedua adalah di akhir dekade 1950-an dan awal dekade 1960-an dengan ditandai mahkota juara pada kompetisi nasional 1961 yang direbut oleh Omo Suratmo dan kawan-kawan.

Sedangkan masa kejayaan ketiga Persib lahir di awal dekade 1980-an hingga pertengahan dekade 1990-an. Masa kejayaan Persib kali ini tergolong fenomenal karena selama rentang waktu 13 tahun, antara 1982-1995, tim kebanggaan bobotoh itu sukses membumikan mahkota juara Kompetisi Perserikatan 1986, 1989/1990, 1993/1994, Liga Indonesia (LI) I/1994-1995, dan Pesta Sukan Brunei Darussalam 1986. Di luar itu, Persib juga menjadi finalis Piala Suratin 1982, Kompetisi Perserikatan 1983 dan 1985 serta perempatfinalis Piala Champions Asia 1995.

Keberhasilan Persib menjuarai Kompetisi Perserikatan 1986, setelah menunggu selama 25 tahun, memunculkan euforia hebat di kalangan bobotoh dan publik sepak bola Bandung. Mahkota juara ini sudah sangat didambakan kehadirannya setelah dalam dua kompetisi perserikatan sebelumnya, pasca kembalinya ke Divisi Utama, Persib hanya mampu menjadi runner-up, karena dikandaskan PSMS Medan lewat drama adu penalti, pada partai final Kompetisi Perserikatan 1983 dan 1985.

Dramatis

Momentum bersejarah, kembalinya Persib menjadi kampiun kompetisi perserikatan itu terjadi pada 11 Maret 1986. Pada partai puncak yang berlangsung di Stadion Utama Senayan Jakarta, Persib berhasil menundukkan Perseman Manokwari 1-0 lewat gol semata wayang Djadjang Nurdjaman pada menit 77.

Keberhasilan Persib lolos ke babak grandfinal itu tergolong sangat dramatis dan menegangkan. Pasalnya, setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan PSM Makassar pada laga pembuka babak "6 Besar", Persib dibekap Persija Jakarta 2-3. Meski kemudian menang 2-1 dari PSIS Semarang, Persib kembali bermain imbang 0-0 dengan PSMS pada laga keempat.

Hasil sekali menang, 2 imbang, dan sekali kalah itu membuat posisi Adeng Hudaya dan kawan-kawan terjepit. Banyak orang mengira, Persib bakal gagal lolos ke grandfinal karena lawan terakhir yang harus dihadapi adalah Perseman, tim yang berhasil melakukan aksi sapu bersih dalam empat laga sebelumnya. Orang menyangka, Perseman akan tampil di grandfinal bersama Persija atau PSMS.

Tapi, ketika banyak orang berpikir seperti itu, sebuah "keajaiban" terjadi. Lantaran insiden kericuhan yang terjadi pada saat mereka bertemu Persija pada laga pembuka babak "6 Besar", Perseman yang sudah mengantongi satu tiket ke grandfinal lebih memilih Persib sebagai calon lawannya. Plus "permainan tingkat tinggi", pada laga terakhirnya, 6 Maret 1986, Persib "menghajar" Perseman 6-0 lewat sumbangan gol Bambang Sukowiyono menit ke-10, Suhendar (15 dan 51), Dede Rosadi (25), Iwan Sunarya (30), dan penalti Djadjang Nurdjaman menit ke-72.

Dengan mengumpulkan nilai 6, plus selisih gol 10-4, Persib sebenarnya bisa tetap gagal bila pada hari berikutnya, Persija bisa mengalahkan PSIS lebih dari empat gol dan PSMS bisa menang lebih besar dari Persib saat menghadapi PSM. Tapi, nasib berpihak ke Persib. Pada laga terakhirnya, Persija "hanya" menang 3-0 dari PSIS dan PSMS dibekap PSM 0-1.

Ateng lunglai

Maka, Persib pun melenggang ke partai puncak pada Selasa, 11 Maret 1986. Di dalam partai "sungguhan" dengan Perseman itu, duet pelatih Nandar Iskandar-Max Timisela menurunkan formasi andalannya, 4-3-3, dengan materi pemain Sobur (kiper), Adeng Hudaya, Robby Darwis, Suryamin, Ade Mulyono (belakang); Adjat Sudrajat, Bambang Sukowiyono, Iwan Sunarya (tengah); Suhendar, Dede Rosadi/Wawan Karnawan, dan Djadjang Nurdjaman (depan).

Setelah bertempur habis-habisan dengan bintang-bintang Perseman macam Adolf Kabo, Willem Mara, Yonas Sawor dan Eli Rumaropen, Persib akhirnya bisa mengalahkan "dewa penolongnya" lewat gol tunggal Djadjang Nurdjaman yang baru "pulang kampung" dari Mercu Buana Medan.

Menurut laporan Pikiran Rakyat edisi 13 Maret 1986, usai pertandingan, Stadion Utama Senayan "meledak" oleh histeria puluhan ribu bobotoh yang merangsek ke tengah lapangan. Mereka larut bersama dalam kegembiraan bersama pemain, pelatih, dan ofisial Persib yang tengah melakukan victory lap.

Di tengah ingar-bingar kegembiraan itu, Wali Kota Bandung dan Ketua Umum Persib, Ateng Wahyudi juga larut dalam pesta kemenangan. "Kepahitan, kepedihan, dan kecapaian hati, hari ini terobati sudah," komentar Ateng Wahyudi.

Dalam laporannya itu, Pikiran Rakyat menggambarkan, Ateng tak mampu menahan haru. Gerakannya tampak lunglai dipapah manajer tim Persib, Sukandar, B.E., mantan Ketua Umum Persib dan Gubernur Jawa Barat, Solihin GP, dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Ir. Soehoed yang juga turut membahanakan kemenangan sambil menyalami para pemainnya.

Berkat keberhasilannya mengakhiri masa penantian selama 25 tahun itulah, di kemudian hari, muncul sebutan Persib '86 untuk seluruh anggota skuad Nandar Iskandar ini.

SEJARAH SINGKAT MAJALENGKA

ZAMAN HINDU 1. Kerajaan Hindu di Talaga a. Pemerintahan Batara Gunung Picung Kerajaan Hindu di Talaga berdiri pada abad XIII Masehi, Raja tersebut masih keturunan Ratu Galuh bertahta di Ciamis, beliau adalah putera V, juga ada hubungan darah dengan raja-raja di Pajajaran atau dikenal dengan Raja Siliwangi. Daerah kekuasaannya meliputi Talaga, Cikijing, Bantarujeg, Lemahsugih, Maja dan sebagian Selatan Majalengka.Pemerintahan Batara Gunung Picung sangat baik, agam yang dipeluk rakyat kerajaan ini adalah agama Hindu.Pada masa pemerintahaannya pembangunan prasarana jalan perekonomian telah dibuat sepanjang lebih 25 Km tepatnya Talaga - Salawangi di daerah Cakrabuana.Bidang Pembangunan lainnya, perbaikan pengairan di Cigowong yang meliputi saluran-saluran pengairan semuanya di daerah Cikijing.Tampuk pemerintahan Batara Gunung Picung berlangsung 2 windu.Raja berputera 6 orang yaitu :- Sunan Cungkilak - Sunan Benda - Sunan Gombang - Ratu Panggongsong Ramahiyang- Prabu Darma Suci- Ratu Mayang KarunaAkhir pemerintahannya kemudian dilanjutkan oleh Prabu Drama Suci. A. Pemerintahan Prabu Darma Suci Disebut juga Pandita Perabu Darma Suci. Dalam pemerintahan raja ini Agama Hindu berkembang dengan pesat (abad ke-XIII), nama beliau dikenal di Kerajaan Pajajaran, Jawa Tengah, Jayakarta sampai daerah Sumatera. Dalam seni pantun banyak diceritakan tentang kunjungan tamu-tamu tersebut dari kerajaan tetangga ke Talaga, apakah kunjungan tamu-tamu merupakan hubungan keluarga saja tidak banyak diketahui.Peninggalan yang masih ada dari kerajaan ini antara lain Benda Perunggu, Gong, Harnas atau Baju Besi.Pada abad XIIX Masehi beliau wafat dengan meninggalkan 2 orang putera yakni:- Bagawan Garasiang - Sunan Talaga Manggung B. Pemerintahan Sunan Talaga Manggung Tahta untuk sementara dipangku oleh Begawan Garasiang,.namun beliau sangat mementingkan Kehidupan Kepercayaan sehingga akhirnya tak lama kemudian tahta diserahkan kepada adiknya Sunan Talaga Manggung.Tak banyak yang diketahui pada masa pemerintahan raja ini selain kepindahan beliau dari Talaga ke daerah Cihaur Maja. C. Pemerintahan Sunan Talaga Manggung Sunan Talaga Manggung merupakan raja yang terkenal sampai sekarang karena sikap beliau yang adil dan bijaksana serta perhatian beliau terhadap agama Hindu, pertanian, pengairan, kerajinan serta kesenian rakyat.Hubungan baik terjalin dengan kerajaan-kerajaan tetangga maupun kerajaan yang jauh, seperti misalnya dengan Kerajaan Majapahit, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Cirebon maupun Kerajaan Sriwijaya.Beliau berputera dua, yaitu :- Raden Pangrurah - Ratu Simbarkencana Raja wafat akibat penikaman yang dilakukan oleh suruhan Patih Palembang Gunung bernama Centangbarang. Kemudian Palembang Gunung menggantikan Sunan Talaga Manggung dengan beristrikan Ratu Simbarkencana. Tidak beberapa lama kemudian Ratu Simbarkencana membunuh Palembang Gunung atas petunjuk hulubalang Citrasinga dengan tusuk konde sewaktu tidur.Dengan meninggalnya Palembang Gunung, kemudian Ratu Simbarkencana menikah dengan turunan Panjalu bernama Raden Kusumalaya Ajar Kutamanggu dan dianugrahi 8 orang putera diantaranya yang terkenal sekali putera pertama Sunan Parung. D. Pemerintahan Ratu Simbarkencana Sekitar awal abad XIV Masehi, dalam tampuk pemerintahannya Agama Islam menyebar ke daerah-daerah kekuasaannya dibawa oleh para Santri dari Cirebon.juga diketahui bahwa tahta pemerintahan waktu itu dipindahkan ke suatu daerah disebelah Utara Talaga bernama Walangsuji dekat kampung Buniasih.Ratu Simbarkencana setelah wafat digantikan oleh puteranya Sunan Parung. E. Pemerintahan Sunan Parung Pemerintahan Sunan Parung tidak lama, hanya beberapa tahun saja.Hal yang penting pada masa pemerintahannya adalah sudah adanya Perwakilan Pemerintahan yang disebut Dalem, antara lain ditempatkan di daerah Kulur, Sindangkasih, Jerokaso Maja.Sunan Parung mempunyai puteri tunggal bernama Ratu Sunyalarang atau Ratu Parung. F. Pemerintahan Ratu Sunyalarang Sebagai puteri tunggal beliau naik tahta menggantikan ayahandanya Sunan Parung dan menikah dengan turunan putera Prabu Siliwangi bernama Raden Rangga Mantri atau lebih dikenal dengan Prabu Puck Umum.Pada masa pemerintahannya Agama Islam sudah berkembang dengan pesat. Banyak rakyatnya yang memeluk aama tersebut hingga akhirnya baik Ratu Sunyalarang maupun Prabu Pucuk Umum memeluk Agama Islam. Agama Islam berpengaruh besar ke daerah-daerah kekuasaannya antara lain Maja, Rajagaluh dan Majalengka.Prabu Pucuk Umum adalah Raja Talaga ke-2 yang memeluk Agama IslamHubungan pemerintahan Talaga dengan Cirebon maupun Kerajaan Pajajaran baik sekali. Sebagaimana diketahui Prabu Pucuk Umum adalah keturunan dari prabu Siliwangi karena dalam hal ini ayah beliau yang bernama Raden Munding Sari Ageng merupakan putera dari Prabu Siliwangi. Jadi pernikahan Prabu Pucuk Umum dengan Ratu Sunyalarang merupakan perkawinan keluarga dalam derajat ke-IV.Hal terpenting pada masa pemerintahan Ratu Sunyalarang adalah Talaga menjadi pusat perdagangan di sebelah Selatan. G. Pemerintahan Rangga Mantri atau Prabu Pucuk Umum Dari pernikahan Raden Rangga Mantri dengan Ratu Parung (Ratu Sunyalarang) melahirkan 6 orang putera yaitu :- Prabu Haurkuning - Sunan Wanaperih - Dalem Lumaju Agung- Dalem Panuntun - Dalem Panaekan Akhir abad XV Masehi, penduduk Majalengka telah beragama Islam.Beliau sebelum wafat telah menunjuk putera-puteranya untuk memerintah di daerah-daerah kekuasaannya, seperti halnya :Sunan Wanaperih memegang tampuk pemerintahan di Walagsuji;Dalem Lumaju Agung di kawasan Maja;Dalem Panuntun di Majalengka sedangkan putera pertamanya, Prabu Haurkuning, di Talaga yang selang kemudian di Ciamis. Kelak keturunan beliau banyak yang menjabat sebagai Bupati.Sedangkan dalem Dalem Panaekan dulunya dari Walangsuji kemudian berpindah-pindah menuju Riung Gunung, sukamenak, nunuk Cibodas dan Kulur.Prabu Pucuk Umum dimakamkan di dekat Situ Sangiang Kecamatan Talaga. H. Pemerintahan Sunan Wanaperih Terkenal Sunan Wanaperih, di Talag sebagai seorang Raja yang memeluk Agama Islam pun juga seluruh rakyat di negeri ini semua telah memeluk Agama Islam.Beliau berputera 6 orang, yaitu :- Dalem Cageur - Dalem Kulanata - Apun Surawijaya atau Sunan Kidul- Ratu Radeya - Ratu Putri - Dalem Wangsa GoparanaDiceritakan bahwa Ratu Radeya menikah dengan Arya Sarngsingan sedangkan Ratu Putri menikah dengan putra Syech Abu Muchyi dari Pamijahan bernama Sayid Ibrahim Cipager.Dalem Wangsa Goparana pindah ke Sagalaherang Cianjur, kelak keturunan beliau ada yang menjabat sebagai bupati seperti Bupati Wiratanudatar I di Cikundul. Sunan Wanaperih memerintah di Walangsuji, tetapi beliau digantikan oleh puteranya Apun Surawijaya, maka pusat pemerintahan kembali ke Talaga. Putera Apun Surawijaya bernama Pangeran Ciburuy atau disebut juga Sunan Ciburuy atau dikenal juga dengan sebutan Pangeran Surawijaya menikah dengan putri Cirebon bernma Ratu Raja Kertadiningrat saudara dari Panembahan Sultan Sepuh III Cirebon.Pangeran Surawijaya dianungrahi 6 orang anak yaitu - Dipati Suwarga-Mangunjaya - Jaya Wirya - Dipati Kusumayuda - Mangun Nagara - Ratu Tilarnagara Ratu Tilarnagara menikah dengan Bupati Panjalu yang bernama Pangeran Arya Secanata yang masih keturunan Prabu Haur Kuning.Pengganti Pangeran Surawijaya ialah Dipati Suwarga menikah dengan Putri Nunuk dan berputera 2 orang, yaitu :- Pangeran Dipati Wiranata- Pangeran Secadilaga atau pangeran RajiPangeran Surawijaya wafat dan digantikan oleh Pangeran Dipati Wiranata dan setelah itu diteruskan oleh puteranya Pangeran SecanataEyang Raga Sari yang menikah dengan Ratu Cirebon mengantikan Pangeran Secanata. Arya Secanata memerintah ± tahun 1962; pengaruh V.O.C. sudah terasa sekali. Hingga pada tahun-tahun tersebut pemerintahan di Talaga diharuskan pindah oleh V.O.C. ke Majalengka. Karena hal inilah terjadi penolakan sehingga terjadi perlawanan dari rakyat Talaga.Peninggalan masa tersebut masih terdapat di museum Talaga berupa pistol dan meriam. sumber http://www.bapeda-majalengka.go.id/sejarah%20mjl.php/1